Pelopor utama perbaikan teknis penulisan al-Qur'an ini adalah Abu Aswad Ad-Dauli atas nasihat Khalifah Ali bin Abi Thalib. Kemudian pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan tanda baca tersebut disempurnakan oleh Nashir bin Yahya bin Ya'mur dengan menambah tanda untuk 14 huruf yang bertitik dengan tinta sama dengan tulisan al-Qur'an;
{ب ت ث ج خ ذ ز ش ض ظ غ ف ق ن}
Hal ini berlaku di masa Khalifah Bani Umayyah dan di awal Bani Abbasiyyah. Kemudian perkembangan selanjutnya, Imam Khalil bin Ahmad al-Farahidhi wafat tahun 170 H berinisiatif untuk menyempurnakan penulisan dengan menambahi huruf wawu kecil di atas untuk dhammah, huruf alif kecil diatas untuk fathah, huruf ya' kecil di bawah untuk tanda kasrah, kenapa sin (س) untuk tanda tasydid, kepala ha' (ه) di atas untuk sukun dan kepala 'ain (ء) untuk hamzah. Kemudian penulisan ini disempurnakan lagi oleh penerusnya, yakni Imam Abu 'Amr ad Daniy dengan kitab al-Muqni dan al-Muhkam, wafat tahun 444 H. Demikian tanda baca tersebut terus disempurnakan sebagaimana kita saksikan sekarang.
Posting Komentar